Thursday, 28 June 2012

Surabaya ... I'm coming SOON!!!


Sik ... asyik dapat tiket pesawat murah ... alhamdulillah! 2 dewasa dan infant cuma 1380€ Venice-Sby pakai KLM! Akhirnya setelah 3 tahun kita bakal mudik ke Indonesia. Keluarga di Surabaya sudah tidak sabar pengen ketemu Satria ... Mudah-mudahan nih anak gak rewel selama perjalanan jauh dan berjam-jam ... puih *ngusap keringet* :-)

Saturday, 7 April 2012

My Cooking E-Books are RELEASED!!!!



Horeeeeee!! akhirnya 2 e-book kumpulan resep masakan Indonesia yang kukerjakan hampir 1.5 tahun selesai. Lega, senang, bangga, campur aduk rasanya!!! Setelah melewati proses yang panjang, kerja keras mengumpulkan bahan untuk tulisan, menyusun materi dalam bahasa Inggris, editing yang bolak balik .... gak terkira udah berapa kali, masukin ke website online shopku (syukur punya suami yang pinter komputer), tepat tanggal 3 April kita launched melalui websiteku http://www.tasty-indonesian-food.com/indonesian-food-recipes-ebook.html

Dan bisa dibeli onine lewat online shop-ku http://www.mithra.si/shop/index.php?route=product/category&path=45.

Semoga e-book ini membawa manfaat bagi orang lain yang mencintai kuliner Indonesia seperti halnya aku dan suami.

Thursday, 25 August 2011

Selamat datang di dunia, hidupku nafasku!!

14 Agustus 2011. Benar adanya ungkapan yang menyatakan 'Jika surga ada di telapak kaki ibu'

Sabtu, 13 Agustus 2011. Selesai menyiapkan makan siang suami, sekitar jam 11.30, tiba-tiba terasa ada cairan keluar dari vagina. Bergegas segera ke kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi. Benar adanya, ternyata setelah cek, bercak yang ada bukan darah putih tapi semacam cairan tak berwarna dan tak berbau. Curiga pasti air ketuban yang bocor. Kuberitahu suami dan dia bilang mungkin kita mesti segera ke dokter. Aku bilang jangan dulu, tunggulah, mungkin cuma false alarm dan bukan hal yang serius. Untuk memastikan bukan hal yang serius, kita segera cek ke internet mengenai hal tersebut. Kuganti celana dalam dengan yang baru dan cuma beberapa menit lagi-lagi cairan yang sama muncul lagi, sedikit demi sedikit. Dari beberapa website menyebutkan kalau air ketuban yang muncul sedikit demi sedikit menandakan kalau kelahiran akan segera terjadi. Segera bergegas kita putuskan ke rumah sakit. Kita bawa semua keperluan yang kita siapkan untuk melahirkan.

Pukul 12.30 kita sampai di Rumah Sakit Bersalin Celje. Oleh suster jaga langsung tes CTG untuk mengetahui gerakan jantung si bayi dan gerakan kontraksi di perut. Belum ada tanda-tanda kontraksi yang berarti. Sekitar jam 13:00 dokter jaga datang mengecek. Ternyata memang air ketuban sudah pecah. Oleh suster kami segera dirujuk ke bagian rawat inap untuk observasi.

Jam 6 sore, setelah selesai makan malam, suster memberi suntikan anti-biotik karena air ketuban yang sudah pecah. Kucoba untuk istirahat. Sekitar jam 7 malam lebih sedikit, kumerasa sensasi yang lain di perut bagian bawah. Rasanya seperti kram saat menstruasi. Karena belum pernah ini merasakan yang namanya kontraksi, asumsiku ini pasti salah satunya.Apalagi kumerasakan berulang, tiap 15 menit. Semakin lama intensitasnya semakin dekat. Dari 15 menit menjadi 10 menit, kadang 8 menit. Rasanya seperti kram saat datang bulan, seperti ada yang menekan perut bagian bawah dengan sangat kencang dan kuat. Karena rasa sakit yang sudah tak tertahankan, akhirnya kupanggil suster. Saat itu jam menunjukkan sekitar pukul 10 malam. Kembali aku masuk ke ruang CTG. Tiap kali line di layar untuk mengukur gerakan kontraksi menunjukkan angka 25, bersiap-siap aku menahan sakit, karena dari angka 25 itu akan bergerak naik - menunjukkan intensitas kecepatan kontraksi yang terjadi. Rasanya seperti ada sesuatu yang menekan dengan sangat kuat dan ingin menembus vagina. Saking sakitnya samapi aku bertanya ke si suster dia punya anak berapa, Ngebayangin dia pasti juga mengalami hal yang sama pas melahirkan .... merasakan sakit yang amat luar biasa.

Karena sudah ada tanda-tanda kontraksi dengan intensitas yang lumayan berdekatan, oleh si suster aku diantar ke ruangan dokter untuk diperiksa. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan vagina untuk mengetahui bila sudah ada pembukaan. Ternyata belum. Kembali aku mesti balik ke ruang rawat inap untuk menunggu kontraksi yang lebih intens antara 2 - 3 menit. Pepatah bilang 'menunggu itu menjemukan', dalam kasus yang satu ini 'menunggu itu sangat menyakitkan'.

Selama menunggu, kontraksi terus terjadi. Semakin lama semakin kuat sampai akhirnya kuhitung intensitasnya sudah 2 - 3 menit an. Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Lagi ku bel si suster. Kembali aku masuk ruang CTG. Dan memang benar ... intensitas kontraksi semakin sering dan cenderung meninggi. Kembali aku diantar ke ruang dokter. Namun karena dokter lagi tidak ada ditempat, aku di handle oleh suster jaga. Dia lakukan cek yang sama sebelumnya seperti yang dilakukan oleh si :dokter. Ternyata sudah ada pembukaan 2 cm. Itu artinya aku mesti segera masuk ke ruangan bersalin. Sambil menahan sakit, kutelpon suami dan cuma bisa bilang 'čas je, pridi sem'. 'pridem', jawabnya .... terdengar kalau suaranya mengantuk.

Di ruang bersalin, lagi-lagi aku mendapati mesin CTG, seperti ketemu si mimpi buruk .... ' ya Allah barang ini lagi' dalam hatiku. Karena masih pembukaan 2 cm, artinya mesti menunggu sampai pembukaan 10. Pembukaan 2 cm aja sakitnya sudah amit-amit, apalagi 10 ya Allah!

Di tempat tidur aku menahan sakit sendirian , ditemani suster yang lagi duduk di depan meja kerjanya. Tiap kali ada kontraksi ak mesti ambil nafas banyak ... huh ... huh ... huh ... huh ... huh ... sampai kontraksi selesai. Tentunya sambil menahan rasa sakit yang amat sangat, dan berharap suami segera muncul.

Pukul setengah tiga dini hari akhirnya dia datang. Dan kontraksipun masih terus, semakin kuat dan semakin sering. Aku pegang tangannya sangat kuat, namun itupun tak sanggup mengurangi rasa sakit, terkadang tanganku sampai meremas bantal dan menutupi wajahku ... mencoba berbagai cara menyalurkan rasa sakit yang ada.

Hari menjelang pagi ... matahari sudah muncul ... tak ingat pukul berapa ... suster mengambil inisiatif untuk memberi obat pengur:ang sakit berupa cairan ... namun itupun tak mengurangi rasa sakit yang ada ... apalagi tak lama setelah itu, sekitar pukul 08:30 dia memberi obat perangsang untuk mempercepat kontraksi agar terjadi pembukaan yang lebih besar. Itu artinya semakin intensif kontraksi yang timbul, rasa sakitnya ... terasa seperti ada yang mendorong dengan sangat kuat dari dalam untuk keluar. Karena belum waktunya 'push', cuma boleh ambil nafas dari hidung saat kontraksi terjadi. Dan tiap kali selesai ambil nafas, mulut dan tenggorokan kering banget ... dan juga rasanya beberapa kali ingin muntah. Setelah sebelum-sebelumnya masih nahan, akhirnya sudah tak tahan .... muntah juga!

Waktu udah semakin siang. Aku lihat suami terkantuk-kantuk ... maklumlah dia tidak tidur semalaman. Sesekali suster mengecek sudah pembukaan berapa yang terjadi. Sampai menjelang pukul 09:30 ternyata kepala Satria posisinya masih tinggi dan belum juga bisa menembus keluar ... oleh si suster aku diminta untuk mendorong ... 2 kali tapi tak ada perubahan. Akhirnya, si suster memanggil dokter jaga untuk meminta second opinion. Tak lama kemudian, seorang dokter datang mengecek. Dari hasil pengecekannya diputuskan untuk dilakukan segera emergency c-section karena ditakutkan jika diteruskan kontraksi tak akan banyak membantu dan akan membahayakan si bayi. Sudah lemas dan menahan sakit karena masih kontraksi aku mendengar si dokter memberi penjelasan apa itu operasi ceasar. Trus diminta tanda tangan beberapa pernyataan untuk mereka bisa melakukan operasi.

Jam 10 lebih mereka membawaku ke ruang operasi. Sampai disana, lagi-lagi aku mesti mendengar penjelasan mengenai prosedur anestesi ... pilihan mana yang mesti kuambil ... spinal anestesi (mati rasa dari pinggul ke bawah) atau general anestesi (bius total). Karena aku ingin mendengar tangisan si bayi pertama kali, aku pilih spinal anestesi .... meskipun ada rasa takut dan ngeri juga merasakan jarum disuntikkan di tulang belakang. tapi pikirku udah kepalang basah ... udah merasakan sakitnya kontraksi, pasti jarum bius tak lebih sakit dari itu. Dan alhamdulillah memang tidak terasa sakit ... 5 menit kemudian aku sudah tidak merasakan bagian bawah tubuh. Pas dokter memotong bagian bawah, aku tak merasakan apa-apa. Aku bisa merasakan beberapa suster menekan bagian dadaku ketika dokter mencoba mengambil si bayi ... entah apa mereka lakukan ... tapi terasa sakit juga. Aku tak bisa melihat karena ada pembatas kain yang ditempatkan di sekitar dada selama operasi. Alhamdulillah tepat pukul 10:40, si bayi lahir .... kudengar tangisannya sangat kencang! Ya Allah ... lega dan bahagia rasanya! Aku tanya ke tim operasi jika dia baik-baik saja, dan mereka jawab 'iya' ... tak lama kemudian si suster memperlihatkannya ke aku ... Subhanallah ... indahnya ciptaan Allah! He's a beautiful healthy baby boy! Ilang semua rasa sakit yang kurasakan sebelumnya begitu melihat dia sehat dan lengkap. Being in that labour room definately one hell of experience, but really really WORTH it!!

NB : Catatan ini dibuat saat menjalani rawat inap melahirkan

Thursday, 28 July 2011

Toast for US!

28 Juli 2011

3 years of internet friendship ....

3 years of long distance relationship ...

5 years of marriage ...

11 years we've been known each other ... going through so many things ... tears and joy ...

Cheers for my dearest one, my bestfriend, my guide, my lover and future father of our baby ... today we celebrate the day when we promised to be husband and wife ...

Happy 5th wedding anniversary ... cheers for US! For better and worst, we are ONE.


We (me and our baby) love you ... midva rada te imam!
Left picture taken in 2001 ... first time we met in person after a year of internet correspondence

Right picture taken in 2011

Tuesday, 24 May 2011

Anugrah Terindah


24 Mei 2011. Alhamdulillah hari ini tepat masuk minggu ke-28, tepat bulan ke-7 dirimu tumbuh di dalam rahim bunda, sayang .... Tendanganmu semakin kuat dan sudah membuat bunda susah tidur di malam hari :-) Semoga semua lancar dan akan kulihat tangisanmu dalam beberapa bulan lagi ... sudah tak sabar bunda untuk memelukmu dan bercanda denganmu.

Dan hari itu, 15 Desember 2010, adalah hari paling membahagiakan. Engkau adalah hadiah tahun baru awal buat kita berdua.

Mempunyai keturunan adalah impian setiap pasangan ... seperti halnya impian seorang wanita untuk menjadi ibu. Namun terkadang tak gampang untuk mendapatkannya atau tak gampang untuk memutuskan memiliki buah hati. Ketika kita memutuskan untuk menikah, saat itu, detik itu pula, semua orang di sekitar kita 'berharap' kita mendapatkan keturunan. Akan ada selalu muncul pertanyaan di setiap ketemu saudara, teman sekolah, teman kerja bahkan kenalan 'sudah punya anak?', 'kapan punya baby?' atau jika dijawab belum punya, akan ada pertanyaan yang lebih menohok 'lho belum punya ... kan udah menikah lama ... kenapa? suami gak mampu ya? apa perlu dibantuin?' ... Nah pertanyaan seperti ini yang sangat menyinggung ... mungkin si penanya bermaksud cuma guyon, tapi tanpa disadari pernyataannya sedikit banyak menimbulkan rasa tak nyaman bagi yang ditanya. Namun demikianlah hidup di society yang 'terbiasa' ingin tahu kehidupan orang lain. Walaupun kita sudah hidup jauh dari mereka, dengan teknologi yang sekarang ada, tidak bisa dihindari. Terkadang capek juga melayani pertanyaan yang sama ... over and over again. Mereka tidak menyadari kalau mungkin ada alasan tersendiri yang membuat pasangan tidak/belum mempunyai keturunan dahulu. Seperti halnya kita, untuk hal satu ini kita memutuskan untuk tidak tergesa-gesa. Ketika menikah 2006, kita putuskan untuk menikmati kebersamaan berdua, saling mengenal satu sama lain dulu ... karena selama berpacaran 3 tahun, hanya lewat internet, telpon atau sms. Diapelin juga hanya setahun sekali :-) Disamping itu sebagai pasangan muda, kita belum memiliki apa-apa ... tinggalpun juga masih nomaden. Tentunya sangat sulit jika kita mempunyai anak dan harus mondar-mandir seperti setrika. Disamping jika punya bayi, semua dikerjakan sendiri ... tak akan ada babysitter atau jasa penitipan bayi di mertua ... karena mertua juga cuma bapak dan masih aktif kerja. Yang pasti harus ada persiapan mental dan tentunya juga dan juga material. Juli 2010, akhirnya kita punya tempat tinggal tetap. Oktober 2010 ketika semua sudah settle dan sudah merasa cukup berduaan, akhirnya kita putuskan 'inilah waktunya'.

Dan alhamdulillah Allah SWT mengabulkan ... hanya 2 bulan dari rencana, kita sudah diberi kepercayaan. Padahal sempat juga ada kekhawatiran kalau bakal akan memakan waktu lebih lama mengingat umur juga sudah tak lagi muda. Yang lebih melegakan, selama proses kehamilan, semua sangat lancar. Tak ada keluhan yang berarti ... tak ada acara muntah-muntah, mogok makan, ngidam yang aneh-aneh, gak mengalami mood swing yang parah atau hal lain yang biasa dialami oleh ibu-ibu hamil ... masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa masalah ... hanya merasa cepat capek saja. Dari hasil cek kesehatan, semua juga bagus - mengingat umur yang tergolong ada resiko jika mengandung. Tak perlu ada tambahan suplemen untuk boast fisik. Terakhir cek di obgyn, si dokter malah sampai bertanya aku makan apa kok kondisi bisa se-fit ini ... I guess Indonesian food really works good on me! :-) Perkembangan si bayi juga sangat bagus, semua normal dan dia sangat aktif didalam. Alhamdulillah juga mendapat dukungan dari keluarga disini. Tak lagi bingung perlengkapan bayi ... dari mulai baju, tempat tidur bayi, kereta bayi + tempat duduk bayi di mobil kami dapat gratis dari saudara dan teman. Walaupun bukan barang baru, namun kondisi masih sangat layak dipakai. Kita mikir kebutuhan bayi hanya dipakai untuk beberapa tahun dan setelah itu tak lagi diperlukan ... jadi sayang membuang uang untuk hal yang tidak begitu penting. Sangat bersyukur punya suami yang sangat mengerti dan mendukung. Biar body istri sudah tak lagi seksi masih suka muji dan bikin mood balik bagus lagi :-) BB udah naek 10 kilo! Komen dia 'pregnancy really suits you! you look more beautiful!' ... ouch! that's mind blowing! Tapi biar demikian, gak mau ah sering-sering hamil ... tunggu gimana ntar yang satu ini ... kalau semua berjalan dengan lancar, mungkin 1 lagi kalau diberi kesempatan .... Amien. Aku merasa bersyukur diberi kesempatan untuk mengalaminya .... menjadi calon ibu dan berdoa menjalani peran seorang ibu dalam beberapa bulan. Allah sudah memberi banyak nikmat kepada kita berdua. Tak dipungkiri ada rasa khawatir dan takut apakah kami bisa menjadi orang tua yang baik. Namun kami percaya semua melalui proses belajar. Jika kita membuat kesalahan, bukan berarti kita orang tua yang buruk ... tapi kesalahan-kesalahan itu akan menjadikan pribadi yang lebih baik.

Saturday, 1 January 2011

Thursday, 21 October 2010

His 31st Birthday

Akhirnya ada waktu juga buat update blog. Beberapa bulan belakangan ini sibuk dari ngurusi kerjaan, ada tanggungan nulis sampe ngurusi rumah yang masih perlu dibenahi dan diisi. Alhamdulillah sebagian udah beres. Aniwei, minggu yang lalu tepatnya tanggal 12 suami ulang tahun yang ke-31. Karena masih dalam kondisi prihatin, tak ada perayaan meriah. Meskipun demikian, tak mungkin ulang tahun suami berlalu begitu saja. Dari pagi kupersiapkan kejutan kecil untuknya ... ngubek di dapur berjam-jam masak menu spesial buat ulang tahunnya. Kuputuskan bikin nasi kuning dkk :


Nasi Kuning (yellow rice) http://www.tasty-indonesian-food.com/yellow-rice.html
sambal goreng ati kentang http://www.tasty-indonesian-food.com/sambel-goreng-ati.html
kering tempe teri kacang http://www.tasty-indonesian-food.com/spicy-fried-tempe.html
daging tahu bumbu bali
urap sayur http://www.tasty-indonesian-food.com/urap-urap.html
dadar telur

Pas dia pulang dari kerja, dia surprise banget. Bahagia rasanya melihat senyum bahagianya ... terucap kata 'hvala ... super si!' yang artinya 'terima kasih ... kamu luar biasa'. Rasa capek karena berjam-jam di dapur langsung tak terasa. Selanjutnya kita nikmati kebahagiaan menikmati tumpeng cinta buatanku ... dengan lahap dia santap :-)

Hari Sabtunya, keluarga suami datang ke apartemen buat ngerayain bareng-bareng ulang tahunnya. Suami request buat masak makanan Indonesia, so tamunya yang bule semua bisa nyobain. Yaaa ... dengan senang hati aku mulai lagi berjibaku di dapur. Bikin urap sayur dan teman-temannya :
- Urap sayur
- rempeyek kacang
- mie goreng jawa
- ayam bakar bumbu rujak
- perkedel tahu
- tumis tempe udang santan kecap
- krupuk

Sedangkan suami kebagian order kue, soalnya yang masak udah gak sanggup kalo mesti bikin cake sekalian :-)
Alhamdulillah tamunya antusias mencoba semua masakan yang disediakan ... bahkan neneknya yang usia 85 tahun yang datang jauh-jauh dari Nova Gorica. Tentunya kebahagiaan juga dirasakan suamiku ... dapat kado banyak ... dari mulai coklat, kopi asli itali, coffee maker (padahal minum kopi juga jarang banget :-)) sampe mentahan.

Wednesday, 28 July 2010

Letter for him


28 July 2010.

My dearest husband,

Today is the day, 4 years ago when we promised to each other for better and worst.... We have been through so many things ... sharing the laugh, tears, sadness and happiness together. And 10 years we've known each other. It's amazing how time flies so fast without we realized it. I know I am away of being a perfect wife ... I oftenly annoyed you and made you nervous with my silly attitudes like kept playing my fingers around your face and nose ( can't help it because your nose is bigger than mine, hehehe), I am not a good money maker (hopefully will get better someday), oh ... ya I am a very bad map reader ( always get us lost when we went on a trip :-D), but you have to admit I am quite good chef in our kitchen and feed you well, aren't I ? hehehehe ... Oh well, at least I am not that bad and good on something ... Bad news is ... you are stuck with me ... have to take me as the package ... no way back ... you already signed the contract 4 years ago when you said 'saya terima nikahnya ... ' :-D So my dear husband, happy 4th anniversary of our marriage ... may we share this laugh and tears in many years ahead hand in hand. 4 years is just a little step of the marriage ... still so many challenges ahead we need to conquer. Hopefully we can make it to the end ... I love you ... Rada te imam, for better and worst I am yours and You are mine.

P.S : made this note because I am better in writing then talking .... my brain is totally messed up with Indonesian, English and Slovenian. Most of time I already lost in translation ... I guess you know that already, hehehehe ....

Wednesday, 7 July 2010

Akhirnya ...

credit picture : http://xo.typepad.com/photos/uncategorized/beforetheinternet.jpg

7 Juli 2010
. Akhirnya hari ini tepat jam 12:00 tersambung juga internet di tempat kita yang baru. Sekarang tinggal menunggu TV yang baru datang besok. Uff! tapi masih banyak keperluan rumah tangga yang mesti kita beli ... mesin cuci, kursi meja makan, lemari, tempat tidur, penyaring udara untuk dapur, lampu, dll ... it will make us bankrupt!:-P

Suka duka pindahan ...

27 Juni 2010 Setelah seminggu penuh berjibaku dengan kerepotan pindahan, dari memoles lantai, mengecat tiap ruangan, mengangkut furniture dari Brezno ke Velenje, kemudian mengangkuti barang-barang kita yang ada di apartemen mertua, hari Minggu, 27 Juni, akhirnya kita pindah ke apartemen yang kita beli di Šalek. Kita berdua excited banget tentunya. Suami sampe semalaman gak bisa tidur karena gak sabar ingin segera pindahan dan tidur di tempat kita sendiri :-) Cuma sayangnya, internet dan TV kabel belum terpasang, karena penghuni sebelumnya terlambat mengajukan pencabutannya. Dan provider yang kita pilih setidaknya membutuhkan waktu 7 sampai 10 hari untuk memasang yang baru dengan nama kita. Meskipun kita memakai provider yang sama dengan pemasang sebelumnya :-/ Padahal logikanya tinggal cabut yang lama dan colok baru dengan nama yang beda:-/ Pengalaman dulu pas bekerja di perusahaan telekomunikasi yang juga melayani internet, untuk mutasi seperti ini tidak memakan waktu yang lama. Entahlah kok disini yang notabene layanan internet sudah merata kok malah lemot dan complicated :-( Mungkin mereka tidak 'perlu' pelanggan baru. Kata suami sih karena rendahnya daya saing membuat mereka 'tidak giat' jika mendapat pelanggan baru.

Hari minggu kita habiskan menata perabot, menyesuaikan dengan luasnya ruangan dan keterbatasan tempat karena apartemen yang cuma ukuran 68 m2. Alhasil beberapa perabot lama yang tidak maksimal fungsinya dan terlalu besar harus kita buang. Beruntung kita masih bisa memakai perabot lama 'lungsuran' dari rumah kakek suami. Setidaknya kita mengirit beberapa ribu euro untuk membeli perabot. Memang tidak mewah namun setidaknya masih berfungsi dengan baik, untuk sekarang. Mungkin suatu saat jika kita ada rejeki lebih bisa membeli yang baru. Karena keterbatasan tempat, kita mengubah ruang tamu jadi ruangan multifungsi, sebagai ruang menerima tamu sekaligus ruang keluarga plus ruang kerja dengan TV set, 2 komputer dan 1 ekstra tempat tidur kecil jika nanti ada anak tidak bingung mau ditaruh dimana :-) atau kalo ada saudara atau teman berkunjung, kita ada tempat. Setidaknya ruang tamu bisa menampung 6 orang untuk menginap, karena sofa bisa diubah menjadi tempat tidur untuk 5 orang :-) Dapur 80 % juga sudah tertata, tinggal rak atas yang belum terpasang, 'napa' atau penyaring udara diatas kompor belum ada sehingga untuk sementara meminimasi memasak goreng-gorengan, juga pipa air belum tersambung karena masih menunggu paman Greg pulang dari liburan minggu depan untuk membantu memasangnya. Kamar tidur belum rampung, karena kita butuh bantuan untuk memasang lemari ukuran 2 meter yang kita bawa dari Brezno. Mengingat ruang kamar hanya berukuran 3 X 4 meter, lemari harus terpasang dulu sebelum tempat tidur. Untuk sementara waktu kita tidur di sofa. Kita juga perlu membeli peralatan rumah tangga yang lain seperti mesin cuci, meja + setrika, TV, lemari baju, lemari buku, dll. Masih jauh dari sempurna, tapi kita sangat senang akhirnya bisa punya tempat sendiri, menjadi tuan di rumah sendiri ... tak lagi numpang dan mondar-mandir seperti setrikaan. Aku selalu percaya bahwa sesuatu selalu ada waktunya, kapan dan dimana kita mendapatkannya. Apartemen ini kita beli dengan melalui berbagai tragedi dulu. Dan sebuah cerita, meskipun itu cerita sedih pasti ada akhirnya.

28 Juni 2010
Hari pertama hidup tanpa internet dan TV bisa kulewati dengan baik :-) Ada yang terasa hilang memang ... kalo biasanya bangun tidur, nyiapin kebutuhan suami trus langsung di depan kompi, sekarang bengong. Satu-satunya hiburan cuma musik MP3 dari komputer. Beruntung ada kerjaan ... mengatur kerdus-kerdus yang masih belum dibuka untuk ditata. Alhasil yang kemarin kerdus-kerdus berserakan dimana-mana, hari ini bisa kurapikan. Apartemen jadi tampak bersih dan lebih teratur. Keuntungan tidak ada internet dan TV, kerjaan bisa rampung tanpa 'godaan' online, hehehe ... Suami sepulang kerja terkesan dengan hasil kerjaanku. Good job Tatie! :-D

29 Juni 2010 Mulai deh rasa bosan menyerang. Rasanya emang gak enak tanpa internet dan TV ... rasanya kita jadi seperti manusia goa, tak tau apa yang terjadi diluar. Bahkan kita gak tau siapa yang sekarang melaju di piala dunia. Tau-tau pas suami pulang, dia bilang Inggris akhirnya pulang kandang karena dikalahkan Jerman. Yes! akhirnya 2 tim yang membuat Slovenia tersingkir di babak penyisihin akhirnya pulang kampung :-) Apalagi apa yang terjadi di Indonesia, bagaimana kelanjutan kasus Ariel vs video porno nya :-/ Omong-omong soal kasus Ariel, karena satu-satunya media yang aku punya koran lokal, iseng-iseng hari ini aku baca surat kabar 'zurnal' yang dibawa oleh si Greg ... meskipun gak begitu paham bahasanya :-D Ya ampun! ternyata ada berita kasusnya Ariel!meskipun beritanya gak gede, namun malu rasanya berita seperti itu harus dibaca oleh pembaca di Slovenia ... bukan berita keberhasilan tapi berita soal hal yang tak pantas. Mungkin orang sini tidak peduli, akan tetapi berita seperti ini bisa mengubah persepsi mereka soal Indonesia, yang selama ini terkenal dengan budaya ketimurannya, sopan santun, no sex before married, eh ternyata sama saja dengan mereka. Mungkin kalo kasus Ariel ini tidak diekspos secara berlebihan oleh media Indonesia, media luar seperti BBC, CNN dan yang lain tak akan mengangkatnya. Sebenernya sih aku bisa maen internet di tempat mertua. Tapi gak enak lah kesana, apalagi adik ipar lagi cuti dan seperti biasa meski libur, dia tidak pernah kemana-mana dan hanya tinggal di apartemen. Meskipun dia lebih dari mampu untuk pergi berlibur kemanapun dia mau :-/ Orang teraneh yang pernah aku kenal :-D

Balik lagi ke rutinitas tanpa internet, aku putuskan untuk mencoba membuat tempe lagi. Pagi hari aku habiskan berjam-jam mengupas kulit kedelai :-D Cuma bikin 500 g, tapi setidaknya butuh 2 jam untuk mengupas kulitnya ... punggung dan tangan sampe capek ...uff! Jam 11 urusan tempe kelar, lanjut bersih-bersih apartemen sampe jam 12. Lanjut belanja dan masak buat makan siang. Selesai masak, sambil menunggu suami balik dari kantor, aku mengedit foto-foto masakan di komputer si Greg. Maunya mo sekalian edit foto-foto tersebut di draft kumpulan resep yang ada di komputerku, eh ternyata network komputernya bermasalah :-(

30 Juni 2010

Arrrrgggghhhhh!! I need the internet!:-D Asli bete tanpanya ... terkutuklah yang menemukan benda itu pertama kali, hahahaha ... Akhirnya suami bawa CD player punya dia yang ada radionya yang ada di apartemen mertua. Kata dia setidaknya kita bisa mendengarkan berita dan gak terlalu katrok tentang apa yang terjadi diluar, terutama soal piala dunia :-D
Karena gak ada lagi yang harus dibersihkan, so bisa dikatakan aku gak ada kegiatan sama sekali, selain mondar-mandir di sekitaran apartemen kayak orang bingung :-D Mau ke center atau perpustakaan kok males jalannya karena panas ... ceileee gaya bener! padahal panasnya disini gak sepanas surabaya lho ... suhu dluar sekarang sudah antara 28 - 30 C tapi masih enak dibuat jalan karena masih ada angin. Mungkin kemana-mana selalu pake supir pribadi alias suami, jadinya manja ... jalan jauh sedikit aja sudah capek :-/ Alhasil kamar mandi jadi sasaran pembersihan :-D

Oh iya, jam 6 sore tim to build-in lemari akhirnya datang buat bantuin kita. Ternyata ada beberapa baut yang hilang ... so harus beli dulu besok. Ada-ada aja :-/

1 Juli 2010

Tempeku jadi!! Yeee!!! at least something good happened on my boring day to death without internet :-D










Friday, 28 May 2010

Alhamdulillah ... all done!now officially ours ... will move out soon in our own place!Feel so happy and blessed ...


27 Mei 2010. Legaaaa!!! itu kata yang bisa mengambarkan perasaan kami. Akhirnya semua proses pembelian flat dah beres. Setelah dilunasi pembayarannya tanggal 17 Mei, hari ini kami mendapat pengesahan dari pengadilan perihal balik nama flat yang bersangkutan. Akhirnya it's officially ours! Namun karena si pemilik lama tidak bisa langsung keluar karena butuh waktu pindahan, sesuai kesepakatan kami baru bisa masuk antara tanggal 15-16 Juni 2010. Gak sabar deh pengen segera pindah dan tinggal di tempat kami sendiri - tanpa ada yang mengganggu ... have our own freedom. Alhamdulillah! bahagia rasanya akhirnya setelah 3 tahun kita bisa memiliki gubug sendiri ... tak lagi harus mondar-mandir kayak setrika Velenje - Brezno. Untuk sementara waktu sambil menunggu flat kita kosong, kita tinggal di tempat mertua ... yang tentunya tak bisa sebebas pas berada di brezno. Sementara 'puasa' masak makanan yang berbau 'aneh bin ajaib' :-)

Monday, 24 May 2010

Selamat Tinggal Brezno ....

22 Mei 2010. Hari ini hari terakhir kita tinggal di Brezno. Semua barang kita disana mesti dikemasi. Sebagian besar sudah kita kemasi dan ditransfer ke apartemen mertua di Velenje. Hari ini tinggal mengemasi barang-barang gede seperti oven harus segera dicabut sambungan gasnya, kulkas juga harus dibersihkan, begitu juga dengan tempat tidur. Sedih harus meninggalkan rumah ini. Meskipun bukan rumah kita, tapi bagi suami rumah ini memiliki nilai sentimentil dan sejarah tersendiri baginya ... hampir sebagian besar hidupnya dia habiskan disini ... masa kecilnya, masa ketika dia beranjak dewasa, bahkan setelah menikah. Karena belum mampu membeli tempat tinggal, kita tinggal disini paruh minggu (Kamis - Minggu malam) karena memang rumah ini kosong sejak kakek Greg pindah ke rumah partnernya. Sedangkan sisanya kita tinggal di tempat mertua. 3 tahun lamanya kita menjalani hidup nomaden dan selama 3 tahun itu pula rumah Brezno memberi atap ke kami dari panasnya summer dan dinginnya winter. Aku sangat menyukai rumah ini ... walaupun rumah tua, namun kondisinya masih terawat dengan halaman yang sangat luas, bahkan ruangan di dalam rumah juga besar sehingga tak terasa 'cramped', belum lagi ada kebun dimana aku bisa berkebun dan menanam bermacam-macam tanaman mediteran (mint, spermint, origano, basil, dll), zucchini, buncis, lombok, dan kangkung di musim panas. Rasa sedihku tak sebanding dengan kesedihan suami ketika rumah ini harus dijual karena kakeknya meninggal dan tidak meninggalkan surat waris. Karenanya diputuskan oleh pengadilan diberikan ke hak waris nya, anak dan cucu-cucunya. Disepakati untuk dijual karena memang dari sisi pemeliharaan, rumah ini cukup banyak membutuhkan biaya pada musim dingin. Isolasi rumah yang tak bagus membuat banyak dibutuhkan bahan bakar minyak untuk mesin penghangat ruangan. Setidaknya butuh dana 2500 - 3000 euro pertahun. Kalaupun kita membeli rumah ini, sedikitnya masih butuh dana 30.000 untuk renovasi dan isolasi rumah. Kalau saja kita punya dana sebanyak itu .... Sedih memang tapi kami tak bisa berbuat apa-apa ... kami harus pergi meninggalkan rumah ini dan memulai lembaran yang baru di tempat yang baru.

Friday, 14 May 2010

10 tahun telah berlalu ...


14 Mei 2010. Hari ini iseng-iseng cek email-email lama dari suami ... sebenernya tujuan utama : pengen cari email pertama yang aku kirim ke dia karena kita berdua gak ingat tepatnya kapan kita pertama kali berkorespondensi. Dia ngotot akhir tahun 98, sedangkan aku yakin kalo awal tahun 99 :-D Karena account email lama dia 'ngilang', so satu-satunya bukti yang masih ada harusnya ada di emailku. Akhirnya sedari pagi aku utak atik email lama karena penasaran. Gara-garanya ada beberapa email dari dia yang tahunnya nyeleneh karena pas saat itu ada masalah dengan sistem di komputernya. Jadinya email pertama dari dia, tidak di urutan pertama tapi malah di antara email terbaru dari dia. Setelah ngecek satu-satu, akhirnya ketemu juga ... yippie!!:-D Yang lebih surprise lagi, pas aku cek email balasan dari dia, tanggalnya 14 Mei 2000 ... Ho ... ho ...berarti pas hari ini 10 tahun kita berkenalan di dunia maya :-D I can't believe it! Time flies so fast ... it feels like just yesterday we met, be a friend and then married :-D. Ternyata begitu panjang perjalanan cinta kami. Dari email iseng yang aku kirim tgl 11 Mei 2000 karena mencoba account baru, ternyata mendapat balasan dari dia tgl 14 Mei 2000. Dari situ kita kemudian menjadi teman, saling berbagi cerita mengenai sekolah, pengalaman pribadi, curhat soal teman, cowok yang aku taksir atau cewek yang dia taksir, dll sampai kita ketemu di Surabaya September 2001, berpacaran akhir 2003 dan akhirnya menikah Juli 2006, dan Mei 2007 kami akhirnya bisa berkumpul sebagai suami istri. Perjalanan yang panjang dan berliku. Seperti kata pepatah ... kalo jodoh gak bakalan kemana-mana ... walaupun dah ditolak tapi tetep aja maju tak gentar, hehehe ... Bagiku dia bukan cinta pertama, tapi selama 10 tahun kita saling mengenal, dia seorang suami, kekasih dan sahabat yang selalu mendukung, loyal dan mencintaiku apa adanya. Sosok yang gak neko-neko kalo orang jawa bilang :-) I hope our love will last forever! I love you now, then and will always be!

Tuesday, 2 February 2010

Permanent Residence For Slovenia


2 Februari 2010. Sebel ... geram dan marah ... gambaran perasaan yang kurasakan saat suami mengabarkan kalo untuk mendapat Permanent Residence Slovenia aku harus melampirkan original surat catatan kriminal dari kepolisian di Indonesia. What?!?!?! kalo tau begini, mending mudiknya tahun ini daripada tahun kemaren. Padahal aku pengin bisa ngurus PR sekarang dengan harapan bisa nerusin kursus bahasa Slovenia yang udah berjalan sekarang. Kalo seperti ini ... harapan tinggal harapan ... mau tidak mau aku tidak bisa melanjutkan kursus kalo jatah 60 jam ku habis. Arrrrrrggggghhhh!!! SEBEL!!! Kenapa juga mereka mesti minta No Criminal Record dari Indonesia ... lha wong aku selama 2 tahun ini tinggalnya bukan di Indonesia tapi di Slovenia. Aneh banget kan? Logikanya gak masuk sama sekali. Mestinya cukuplah dari kepolisian setempat ... atau kalo memang dibutuhkan aku bisa minta dari Kedutaan Indonesia di Wina. Tapi tidak, mereka minta original langsung dari Indonesia. Padahal kalo dipikir-pikir apa gunanya nih surat?!?! Belum tentu kalo kita tidak ada catatan kriminal di Indonesia, artinya tak pernah melakukan aktifitas yang melanggar hukum di negara lain. Bisa aja seseorang terlibat organisasi terlarang, misal di Afganistan, tapi dia tak pernah melakukan suatu tindak kriminal di Indonesia. Trus apa jaminan seseorang bersih dari hukum kalo seperti itu? Trus gimana kalo gini? Mikir apa bisa pengurusannya diwakilkan ... kalo mudik ongkosnya gak murah ... Kata suami kayaknya kita mulai mikir buat nabung dan lebih ngetatin ikat pinggang biar bisa liburan lagi ke Indo sekaligus ngurus tuh surat. Yah ... padahal ini aja ikat pinggang udah amat diketatin ... apalagi winter tahun ini dinginnya keterlaluan dan sepertinya kita bakalan butuh beli minyak lagi buat heating. Duh! ini lah susahnya tinggal di rumah tua yang isolasinya gak bagus seperti rumah-rumah yang baru. Mudah-mudahan aja bisa diwakilkan so kita gak perlu ke Indonesia buat mengurus nih surat.

Wednesday, 13 January 2010

Program Integrasi Slovenia

12 Januari 2010. Sudah seminggu sejak minggu lalu, tepatnya sejak 4 Januari 2010 aku mengikuti kursus bahasa Slovenia secara gratis yang disediakan oleh pemerintah Slovenia. Program ini ditujukan untuk semua warga asing di Slovenia yang setidaknya sudah tinggal disini selama 2 tahun, memiliki ijin tinggal baik permanen maupun sementara, dan belum pernah menerima program integrasi serupa sebelumnya. Bagi pemegang ijin tinggal sementara, berhak mendapat 60 jam, sedangkan pemegang ijin tinggal permanen, mendapatkan sampe 180 jam. Karena aku hanya memiliki ijin tinggal sementara, jadi hanya mendapat 60 jam kursus Bahasa Slovenia gratis dan 30 jam untuk mempelajari konstitusi dan budaya Slovenia. Pas tanya ke petugas di uprava enota, sebutan kantor administrasi di Slovenia, mereka menjelaskan aku sudah berhak untuk bisa mendapat PR karena dah tinggal disini selama 2 tahun berturut-turut. Sementara baru bisa dapat 60 jam, dan bisa diperpanjang kalo PR dah diurus. Dengan berbekal surat pengantar dari kantor administrasi, aku mendaftar di Ljudzka Univerza, Velenje. Pas aku datang kesana, waktu itu sekitar pukul 15:30 sore, si ibu petugas mengatakan kalo hari ini mereka yang sudah mendaftar masuk jam 16:00 untuk mengikuti tes mengetahui kemampuan bahasa Slovenianya. Karena tidak tau, akhirnya diputuskan aku bisa ambil tesnya sendirian karena inti dari tes cuma untuk mengetahui kita ada di level mana.

Karena tidak ada panggilan untuk tes, akhirnya aku langsung mengikuti kursus pada tanggal 4 Januari. Ada sekitar 7 orang termasuk aku. Mereka berasal dari Serbia, Bosnia dan Kroasia dan dari apa yang aku tangkap, hampir semua sepertinya sudah bisa berbicara dengan bahasa Slovenia ... atau mereka berkomunikasi dengan bahasa Serbo-Kroasia yang terdengar sama dengan bahasa Slovenia ... aku sendiri tak tahu, hehehe ... yang pasti mereka sudah tinggal lama disini. Hanya aku yang masih plegak pleguk disini :-) Beruntung aku masih bisa mengikuti pelajaran yang diajarkan, meskipun seringkali tidak mengerti penjelasan dari gurunya karena dia berbicara dengan sangat cepat dan tidak begitu paham bahasa Inggris. Hari itu diputuskan pula kursus akan dilakukan 3X seminggu, 4,5 jam/pertemuan. Beberapa orang baru datang pada pertemuan berikutnya ... seorang wanita Cina, pemilik restoran Cina di Velenje yang sudah tinggal disini 11 tahun, 2 orang bapak-bapak dari Bosnia. Hampir semua yang mengikuti program integrasi ini pemegang PR dan sudah tinggal di Slovenia lebih dari 5 tahun. Bahkan ada seorang wanita dari Bosnia yang sudah tinggal selama 19 tahun. Mereka sudah tahu bagaimana berkomunikasi dengan bahasa Slovenia. Tujuan mengikuti program ini bukan untuk berintegrasi seperti halnya aku, tapi lebih untuk mengasah kemampuan grammarnya agar bisa lulus ujian basic level Bahasa Slovenia dan mendapat citizenship. Karena itu cara pengajarannya semua dalam bahasa Slovenia. Bagi orang yang bener-bener baru, sulit sekali mengikutinya. Seperti halnya yang terjadi ketika ada lagi 1 cewek dari Cina yang baru mengikuti kursus - dia bingung dan tidak bisa mengikuti apa yang dijelaskan oleh sang pengajar. Alhasil, dia hanya datang 2X, setelah itu tak pernah lagi masuk. Semestinya memang dipisahkan antara basic, medium dan advance. Namun karena kurangnya kandidat, semua dijadikan satu. Bagi beberapa orang yang sudah mahir, proses pembelajaran yang dari awal dirasa sangat membosankan. Karenanya si guru menengahi dengan cara memberikan tugas ekstra bagi mereka seperti membuat tulisan yang kemudian dikoreksi bagaimana benar dan salahnya. Lucunya ada seorang wanita yang mengikuti kursus dengan suaminya, mereka berasal dari Serbia, entah apa yang terjadi, suatu hari ketika kursus, dia datang sudah dengan bad mood. Pas kursus, uring-uringan dan sama sekali tidak mau menjawab atau mengerjakan tugas yang diberikan, ketika ditanya ada apa, dari sekilas yang bisa aku tangkap dia bilang capek dan belajar bahasa Slovenia sangat susah. Akhirnya dia meminta pulang terlebih dulu.

Pelaksanaan program Integrasi ini tampak masih belum terkoordinasi dengan baik, setidaknya di tempatku belajar. Karena kurangnya kandidat, semua yang daftar dijadikan dalam satu group ... baik yang bener-bener baru, medium, ataupun yang sudah pinter. Alhasil, sang pengajar memberi penjelasan semua dalam bahasa Slovenia dan tak bisa berbahasa Inggris dengan baik. Sedangkan dengan yang lain, dia bisa menjelaskan menggunakan bahasa Serbo-Kroasia. Kalo aku tak mengerti harus mencari sendiri apa artinya dengan berbekal kamus atau ntar di rumah bertanya ke suami. Dari salah satu temen yang tinggal di kota lain, program kursus yang dia ikuti di Novo Mesto juga gak terkoordinasi dengan baik. Sayangnya aku cuma mendapat 60 jam, dan nantinya bila sudah mendapatkan PR dan bisa diperpanjang kursusnya, kemungkinan harus menunggu group yang baru, karena untuk yang sekarang akan selesai akhir Maret :-(

Monday, 21 September 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

20 September 2009. Tak terasa sebulan sudah aku menjalani puasa ramadhan. Ini puasa tahun ketigaku di Slovenia. Seringkali mendapat pertanyaan dari temen-temen di Indonesia gimana pengalaman puasa di negeri orang. Yang pasti sepi ... karena memang Islam bukan agama moyaritas disini ... tak ada keramaian bedug yang membangunkan sahur, tak ada peringatan dari masjid yang menandai datangnya imsak, tak ada suara adzan yang menandai berakhirnya puasa. Semua aku andalkan dari jadwal yang kuprint dari internet. Sedih memang ... disaat orang-orang menikmati sahur bersama keluarga ... aku melakukannya sendirian. Belum lagi tahun ini puasa lebih panjang dibanding 2 tahun sebelumnya yakni sekitar 16 jam karena kebetulan puasa jatuh pas musim panas. Imsak sekitar pukul 4 pagi dan maghrib jam 8 kurang dikit. Waktu imsak dan maghribnya pun tidak fixed. Setidaknya tiap hari berubah 1-2 menit. Entah bagaimana ntar kalo puasa jatuh pada bulan Juni-Juli dimana siangnya sangat lama dan matahari baru terbenam hanpir jam 10 malam. Mudah-mudahan dikasih rejeki banyak biar bisa puasa di Indo aja deh :-) Alhamdulillah tahun ini puasaku lancar, meskipun masih ada bolongnya karena tamu rutin. Enaknya kalo puasa di negeri 4 musim, mengganti puasa yang bolong bisa dilakukan pas winter, yang mana siangnya pendek ... curang yak?hehehehe ...

Suasana lebaranpun gak jauh berbeda ... jauh dari hiruk pikuk seperti di tanah air. Tak ada kesibukan nyiapin kue-kue kering yang dulu biasa aku siapin ama ibu di sby, tak perlu ikut berdesak-desakan di mall buat nyari baju baru atau kebutuhan buat lebaran, tak ada antrian nyari tiket buat mudik, tapi yang paling bikin sedih tak ada kemeriahan bedug dan takbir. Meskipun disini lumayan banyak komunitas Bosnia, Albania ataupun Turki yang beragama Islam, sayangnya aku tak ada yang kenal. Selain itu juga tak ada masjid atau mushola yang bisa untuk dijadikan tempat berkumpul. Ketika Idul Fitri atau Idul Adha, mereka biasanya sholat di sebuah rumah milik salah satu dari mereka. Sedangkan di ibukota lebih mendingan, mereka bisa sholat di stadion. Namun tidak seperti di Indonesia, hanya kaum adam yang sholat, sedangkan kaum hawa tinggal di rumah untuk menyiapkan makanan. Hal ini dikarenakan muslim yang berkembang disini lebih dipengaruhi oleh kultur bangsa Turki.

Sedih juga hari lebaran tidak aku lewatkan bersama keluarga di Surabaya. Kangen sekali dengan suasana sholat Ied bareng ortu dan adek, suasana 'unjung-unjung' (saling berkunjung ke rumah sodara & tetangga) dan ngicipi sajian lebaran di tiap rumah yang kami kunjungi :-) Ya Allah mudah-mudahan kau berikan kami rejeki yang banyak agar bisa berlebaran bersama keluargaku di tanah air suatu hari nanti. Amin.

Di hari yang fitri ini kami berdua mengucapkan 'SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT dan kita menjadi manusia yang selalu mendapat ridho dan rahmat dari-NYA.'

Tuesday, 21 July 2009

Email iseng yang mengubah hidupku ...

Internet sudah bukan barang mewah sekarang. Bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan bagi para netter, bahkan sebagian orang sudah menganggap internet menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian mereka. Dengan semakin banyaknya gadget yang berteknologi canggih membuat dunia semakin kecil. Teringat pertama kali mengenal makhluk bernama internet ketika aku berada di bangku perkuliahan, tepatnya akhir tahun 1998. Sayangnya udah lupa kapan tepatnya :-) Seingatku internet baru mulai dikenal dan belum booming seperti sekarang. Akses ke internetpun masih jarang dan kalo mo ngenet mesti cari warnet dan kalaupun ada harga perjam nya masih mahal, sekitar Rp. 4000 - 5000/jam. Itupun terkadang aksesnya lelet banget :-) Saat itu aku masih gaptek, kalo soal komputer taunya ya cuma buat ngetik. Sampai suatu hari, adik kelasku di kuliah, namanya Atik mengajak aku dan satu temenku untuk maen ke tempat kerjanya. Nah kebetulan dia kerja di warnet, di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya.

Aku yang sebelumnya tidak tertarik belajar tentang internet, akhirnya berhasil diyakinkan, dan menjadi penasaran. Dia katakan dengan tahu internet kita bisa saling berkirim email, chatting, mendapat banyak teman, dan juga mendapat informasi dan pengetahuan. Sangat antusias kami menyambutnya. Rasanya tak sabar berkenalan dengan benda bernama internet. Aku sangat ingin tahu bagaimana bentuk dan rupa internet itu. Akhirnya hari H yang ditunggu-tunggu datang juga. Selesai perkuliahan, kita langsung meluncur ke TKP :-) Si Atik sudah menunggu. Kita dikenalkan dengan situs-situs yang biasa diakses oleh para netter, seperti yahoo.com, astaga.com, bolehmail.com, trus bagaimana membuat email, dan tentunya yang bikin kita penasaran ... bagaimana join ke chat room :-). Kita berdua belajar membuat email dan bagaimana menggunakannya. Ternyata sangat simple dan tentunya fun! Setelah email kita dah bikin dengan sukses, kepikiran nih buat ngetes. Tapi karena belom punya online friend, akhirnya kita putuskan tuk browsing ... mampirlah di excite.com ... dan disitu ketemu kolom yang mencantumkan alamat email beberapa netter. Sepertinya tuh kolom adalah melting pot dimana para netter mencari teman. Iseng aku kirimkan 2 email ke 2 alamat yang berbeda buat ngetes email yang barusan aku bikin ... kira-kira bener nyampe gak nih email, hehehe ... Aku lupa apa yang aku tulis ... seingatku sih cuma kata-kata'Hi ... how are you? I'm Tatie from Indonesia and want to meet some new people'. Trus kita juga nyoba join MiRC buat bisa chatting dan kenalan dengan netter yang lain. So fun ... dan juga lucu. Kenalan dengan netter yang cool, lucu sampai yang reseh, yang cuma pengen aneh-aneh ... if you know what I meant :-P

Beberapa hari kemudian, aku cek email, ternyata 2 email iseng yang aku kirimkan dibalas. Aha ... terbukti sudah kalo emailku bisa dipake !:-D Anyway, hanya 1 email yang menarik perhatianku ... email seorang cowok dari negeri jauh ... dan kebetulan sekali kita kuliah di jurusan yang sama. Gara-gara dia aku jadi rutin setiap minggu ke internet, meskipun harus rela bersusah payah mencari warnet yang murah dan gak bikin bocor kantong anak kuliahan ... karena memang di rumah tidak ada akses internet, ataupun di deket rumah. Seneng banget bisa punya temen dari negara lain dan bisa berbagi cerita dan juga saling bertukar informasi masalah kuliah. Kita bisa panjang lebar menceritakan kehidupan dan pengalaman pribadi di email ... terkadang emailnya sangat panjang dan seperti membaca buku cerita :-) Dan siapa sangka dari email iseng, hubungan kami berkembang menjadi persahabatan yang indah. Si dia akhirnya datang ketemu face to face tahun 2001. Dan aku bisa pergi keluar negeri pertama kalinya tahun 2003 karena diundang untuk berkenalan dengan keluarganya. Akhirnya LDR (long distance relationship) selama 3 tahun lebih berakhir bahagia di pelaminan pada tahun 2006. Tak pernah terbayangkan sebelumnya jodohku bakalan orang dari negeri jauh dan kami dipertemukan melalui cara yang tidak biasa. But that's life ... rejeki, jodoh dan mati sudah ada yang mengatur. Internet memang benda ajaib yang pernah diciptakan manusia. Dia telah mengubah dunia menjadi sangat kecil, tanpa batas ruang dan waktu.

Ini foto dari pernikahan kami 28 Juli 2006. Yah, 2 hari lagi kami akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-3. Semoga langgeng dan bahagia selamanya ... Amien.

Friday, 12 June 2009

ultahku


12 Juni 2009. Hari ini tepat setahun bertambah umurku ... uf! tambah tua nih :-) Tak ada acara spesial, cuma mertua dan sodara suami mo berkunjung ke tempat kami. Sebenernya aku pengen masak yang rada spesial, tapi kata suami gak usah repot karena tamunya gak kepengen makan yang berat-berat. Ya sudahlah ... malah enak ... akhirnya cuma dibikinin dadar gulung dan lumpia daripada gak sama sekali. Setidaknya mo kasih hidangan ala Indonesiana :-) Untung tamunya tau waktu ... baru datang setelah selesai bersih-bersih dan masaknya :-) Dari Mertua dapat bunga dan kue ultah rasa cherry ... enak. Yang paling ditunggu kalo orang ultah kan kadonya ya, hehehe ... Dari suami yang aku pikir beneran gak kasih kado, ternyata kadonya nitip lewat bapak mertua buat dibawain, hehehe ... Dia kasih kado voucher buat jalan-jalan ke Venezia ... tau aja kalo bininya pengen banget liat Venezia ... soalnya sebelum-sebelumnya batal melulu mo jalan kesana. Trus dari mertua dan ipar dapat mentahan buat uang sakunya ... asyik lumayan bisa buat jajan :-)
Senengnya lagi, tamunya suka semua snack yang aku bikin ... jadi gak sia-sia si nyonya rumah bikin :-)
Yang pasti aku sudah gak sabar pengen lihat Venice ... Venice, I'm comiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!

Sunday, 3 May 2009

2 tahun yang lalu ...

1 Mei 2009. Terasa waktu berlalu begitu cepat, hari ini tepatnya 2 tahun yang lalu aku menginjakkan kaki di bumi Slovenia. Bukan untuk sekedar berkunjung tapi menetap dan mungkin selamanya. Kutinggalkan semua yang ada di Indonesia ... keluarga, teman, kerjaan yang sudah kutekuni hampir 5 tahun dan hiruk pikuk kota tercintaku Surabaya demi seseorang yang lebih berhak mendapatkan pengabdianku. Rasanya baru kemaren ketika hari aku mesti berpamitan ke semua teman dan sanak saudara ... air mata mengalir layaknya tangisan bombay. Now here I am ... 2 tahun 'terjebak' di negeri asing, tanpa kerjaan dan sampai sekarang masih berstatus 'istri orang dan seorang ibu rumah tangga' :-D Should I complain? Well, sometimes I feel bored and want more. Maksudnya pengen banget bisa kerja lagi dan menghasilkan uang sendiri, bukan cuma mengharapkan dari gaji suami. Tentunya juga ada kegiatan yang bisa aku lakukan selain hanya tinggal di rumah. Orang lain yang melihat kita, berpikir hidup di LN tuh pasti enak, berlimpah dan selalu jalan-jalan. Padahal pandangan seperti itu tak seluruhnya benar. Malah menurutku tinggal di LN banyak sekali tantangannya ... dari mulai kendala bahasa, budaya, kebiasaan, makanan yang berbeda sekali dengan lidah kita ... belum lagi apa-apa harus sendiri. Gak seperti di Indo yang bisa punya pembantu buat bantuin masak ato nyuci ... atau babysitter buat jagain anak kalo misal kerja. Bisa dikatakan kalo kita tinggal di LN, kerjaan kita dobel-dobel ... istilahnya ibu RT, karyawan (kalo bekerja) merangkap upik abu :-D
Trus gimana soal hidup berlimpah dan jalan-jalan melulu? Well, it could be if you marry a loaded man, otherwise no :-P Berdasarkan pengalaman pribadi karena aku menikah dengan orang biasa ... bukan golongan berduit, kita mesti berhati-hati dalam membelanjakan uang karena tak ada yang gratis disini dan juga tak ada yang murah. Kita harus wajib bayar pajak kalo tak mau didenda atau dimasukkan ke penjara, kita juga wajib punya asuransi kesehatan karena bila sakit biayanya bisa bikin sakit jantung, bila punya mobil juga wajib punya asuransi sebab kalo sampe terjadi kecelakaan biar bisa bayar yang ditabrak dan memperbaiki mobilnya, bayar sewa apartemen (kalo nyewa), bayar listrik, air, pemanas ruangan, telpon, internet, dll ... belum lagi harga bahan makanan yang 3X lebih mahal dari di Indo. Pokoknya serba mahal dan dibandingkan dengan negara-negara di Eropa barat, standar gaji Slovenia masih jauh tertinggal. Dan sejak bergabung dengan EU dan mata uang yang ada di ubah ke euro, mau tak mau semua harga-harga yang ada juga sama dengan negara EU lainnya :-( Besar pasak daripada tiang, mungkin itu pepatah yang cocok dengan kondisi yang ada sekarang ... kecuali jika kita kaya raya :-P

Trus kok masih bisa jalan-jalan kalo gak punya duit? well, duit kita punya tapi bukan melulu buat foya-foya. Kebiasaan orang-orang disini, setidaknya mereka 'harus' liburan sekali dalam setahun (biasanya pas summer holiday) sebagai salah satu bentuk relaksasi ... jadi gak melulu kerjalah. Enaknya tinggal di Eropa banyak pilihan tempat untuk berlibur ... namun tentunya semua tergantung budget. Kalo budget pas-pas an seperti kita, tentunya kita cari yang deket dan gak berat diongkos. Akomodasi di negara-negara eropa memang mahal, tetapi hal itu bisa diakali dengan mencari budget akomodasi atau bisa juga dengan cara berkemah karena banyak sekali camp area tersebar di negara Eropa. Harganya bervariasi serta keamanan juga terjamin.

Setelah 2 tahun tinggal di Slovenia, sedikit demi sedikit sudah mulai mengerti, memahami dan beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orangnya. Bahasa masih menjadi kendala utama. Sejak 2 bulan yang lalu akhirnya aku mengambil kursus ... setelah menunggu selama 1 tahun untuk mendapat kursus gratis dari employment office namun tak kunjung tiba karena kurangnya kandidat. Kerjaan? belum beruntung, meskipun sudah setahun lebih aku masuk di daftar pencari kerja di Zavod Zaposlovanje (Slovenian employment office), tapi mereka sama sekali tak membantu seperti yang semestinya mereka lakukan. Aku diwajibkan untuk mengirim 3 lamaran pekerjaan dalam sebulan, namun mereka sama sekali tak membantu memberi info soal lowongan pekerjaan seperti yang dijanjikan. Sudah beberapa lamaran pekerjaan aku kirim, tapi tak satupun yang nyangkut. Aku pikir pasti karena bahasa. So untuk sementara aku stop mengirim lamaran sampe aku siap ... biar gak mubazir.

Ok, there goes my 2 years in Slovenia. Hope everything will be better for the next years ... don't know how long I will be here ... probably for good!

Tuesday, 7 April 2009

Krisis Global ... capek degh!


Hari ini dapat undangan dari Zavod Za Zaposlovanje (employment office Slovenia) untuk menghadiri seminar yang judulnya 'Svetovalnica za uspešen nastop na trgu dela' ... artinya kurang lebih Cara efektif bagaimana sukses mendapat pekerjaan. Para pembicaranya dari institusi namanya Invel. Kurang tau juga ini institusi apa :-) Para peserta di seminar ini adalah para pencari kerja yang masuk dalam daftar Zavod Za Zaposlovanje ... seperti juga aku dan juga para pekerja yang baru di PHK karena krisis global dan mereka harus datang ke acara ini bila tidak ingin uang bantuan sosialnya dicabut. Pas sampai di tempat acara, lumayan juga yang datang. Ada lebih dari 30 orang an. Acara dimulai pukul 9 lebih 5 menit. Seorang wanita menampilkan presentasi apa dan bagaimana program ini akan berjalan. Karena bahasa Sloveniaku masih belepotan, ya aku cuma mengerti sepotong-sepotong. Intinya program berjalan selama 3 bulan dan meliputi 6 modul pembelajaran. Jadi kita bakalan diajarin apa dan bagaimana mendapatkan pekerjaan yang sesuai, bagaimana membuat CV, bagaimana menghadapi interview, dll. Tiba-tiba, seorang pria menyela presentasi. Aku kurang mengerti apa yang diomongkan ... namun dari nada bicaranya dia seperti marah dan curhat soal kondisinya akibat PHK. Berawal dari bapak ini lalu merembet ke yang lain ... yang ikut marah-marah juga. Alhasil presentasi yang awalnya untuk menjelaskan program untuk membantu mendapatkan pekerjaan jadinya malah jadi ajang adu mulut. Aku yang kurang ngeh apa yang mereka debatkan ya melongo aja ... iseng2 kuambil HP dan kurekam ... ntar mo aku tanyain ke suami apa artinya :-D
Karena jam 10 presentasi harus segera selesai, moderator berusaha untuk menenangkan mereka agar bisa melanjutkan presentasi. Pas akhir acara, setiap yang datang ditanya apa mau join ato tidak. Pas giliranku ditanya ... ya aku ngomong kalo bahasa Sloveniaku belum faseh ... alhasil si moderator nyuruh aku ke kantornya Zavod Za Zaposlovanje dan kasih laporan ke mereka kalo program ini gak cocok buatku karena karena modulnya semua pake Bahasa Slovenia. Walah gimana tho?!?! Sudah dibela2in datang pagi2 buat kesini eh gak ada hasilnya! Capek degh!