Friday, 28 May 2010

Alhamdulillah ... all done!now officially ours ... will move out soon in our own place!Feel so happy and blessed ...


27 Mei 2010. Legaaaa!!! itu kata yang bisa mengambarkan perasaan kami. Akhirnya semua proses pembelian flat dah beres. Setelah dilunasi pembayarannya tanggal 17 Mei, hari ini kami mendapat pengesahan dari pengadilan perihal balik nama flat yang bersangkutan. Akhirnya it's officially ours! Namun karena si pemilik lama tidak bisa langsung keluar karena butuh waktu pindahan, sesuai kesepakatan kami baru bisa masuk antara tanggal 15-16 Juni 2010. Gak sabar deh pengen segera pindah dan tinggal di tempat kami sendiri - tanpa ada yang mengganggu ... have our own freedom. Alhamdulillah! bahagia rasanya akhirnya setelah 3 tahun kita bisa memiliki gubug sendiri ... tak lagi harus mondar-mandir kayak setrika Velenje - Brezno. Untuk sementara waktu sambil menunggu flat kita kosong, kita tinggal di tempat mertua ... yang tentunya tak bisa sebebas pas berada di brezno. Sementara 'puasa' masak makanan yang berbau 'aneh bin ajaib' :-)

Monday, 24 May 2010

Selamat Tinggal Brezno ....

22 Mei 2010. Hari ini hari terakhir kita tinggal di Brezno. Semua barang kita disana mesti dikemasi. Sebagian besar sudah kita kemasi dan ditransfer ke apartemen mertua di Velenje. Hari ini tinggal mengemasi barang-barang gede seperti oven harus segera dicabut sambungan gasnya, kulkas juga harus dibersihkan, begitu juga dengan tempat tidur. Sedih harus meninggalkan rumah ini. Meskipun bukan rumah kita, tapi bagi suami rumah ini memiliki nilai sentimentil dan sejarah tersendiri baginya ... hampir sebagian besar hidupnya dia habiskan disini ... masa kecilnya, masa ketika dia beranjak dewasa, bahkan setelah menikah. Karena belum mampu membeli tempat tinggal, kita tinggal disini paruh minggu (Kamis - Minggu malam) karena memang rumah ini kosong sejak kakek Greg pindah ke rumah partnernya. Sedangkan sisanya kita tinggal di tempat mertua. 3 tahun lamanya kita menjalani hidup nomaden dan selama 3 tahun itu pula rumah Brezno memberi atap ke kami dari panasnya summer dan dinginnya winter. Aku sangat menyukai rumah ini ... walaupun rumah tua, namun kondisinya masih terawat dengan halaman yang sangat luas, bahkan ruangan di dalam rumah juga besar sehingga tak terasa 'cramped', belum lagi ada kebun dimana aku bisa berkebun dan menanam bermacam-macam tanaman mediteran (mint, spermint, origano, basil, dll), zucchini, buncis, lombok, dan kangkung di musim panas. Rasa sedihku tak sebanding dengan kesedihan suami ketika rumah ini harus dijual karena kakeknya meninggal dan tidak meninggalkan surat waris. Karenanya diputuskan oleh pengadilan diberikan ke hak waris nya, anak dan cucu-cucunya. Disepakati untuk dijual karena memang dari sisi pemeliharaan, rumah ini cukup banyak membutuhkan biaya pada musim dingin. Isolasi rumah yang tak bagus membuat banyak dibutuhkan bahan bakar minyak untuk mesin penghangat ruangan. Setidaknya butuh dana 2500 - 3000 euro pertahun. Kalaupun kita membeli rumah ini, sedikitnya masih butuh dana 30.000 untuk renovasi dan isolasi rumah. Kalau saja kita punya dana sebanyak itu .... Sedih memang tapi kami tak bisa berbuat apa-apa ... kami harus pergi meninggalkan rumah ini dan memulai lembaran yang baru di tempat yang baru.

Friday, 14 May 2010

10 tahun telah berlalu ...


14 Mei 2010. Hari ini iseng-iseng cek email-email lama dari suami ... sebenernya tujuan utama : pengen cari email pertama yang aku kirim ke dia karena kita berdua gak ingat tepatnya kapan kita pertama kali berkorespondensi. Dia ngotot akhir tahun 98, sedangkan aku yakin kalo awal tahun 99 :-D Karena account email lama dia 'ngilang', so satu-satunya bukti yang masih ada harusnya ada di emailku. Akhirnya sedari pagi aku utak atik email lama karena penasaran. Gara-garanya ada beberapa email dari dia yang tahunnya nyeleneh karena pas saat itu ada masalah dengan sistem di komputernya. Jadinya email pertama dari dia, tidak di urutan pertama tapi malah di antara email terbaru dari dia. Setelah ngecek satu-satu, akhirnya ketemu juga ... yippie!!:-D Yang lebih surprise lagi, pas aku cek email balasan dari dia, tanggalnya 14 Mei 2000 ... Ho ... ho ...berarti pas hari ini 10 tahun kita berkenalan di dunia maya :-D I can't believe it! Time flies so fast ... it feels like just yesterday we met, be a friend and then married :-D. Ternyata begitu panjang perjalanan cinta kami. Dari email iseng yang aku kirim tgl 11 Mei 2000 karena mencoba account baru, ternyata mendapat balasan dari dia tgl 14 Mei 2000. Dari situ kita kemudian menjadi teman, saling berbagi cerita mengenai sekolah, pengalaman pribadi, curhat soal teman, cowok yang aku taksir atau cewek yang dia taksir, dll sampai kita ketemu di Surabaya September 2001, berpacaran akhir 2003 dan akhirnya menikah Juli 2006, dan Mei 2007 kami akhirnya bisa berkumpul sebagai suami istri. Perjalanan yang panjang dan berliku. Seperti kata pepatah ... kalo jodoh gak bakalan kemana-mana ... walaupun dah ditolak tapi tetep aja maju tak gentar, hehehe ... Bagiku dia bukan cinta pertama, tapi selama 10 tahun kita saling mengenal, dia seorang suami, kekasih dan sahabat yang selalu mendukung, loyal dan mencintaiku apa adanya. Sosok yang gak neko-neko kalo orang jawa bilang :-) I hope our love will last forever! I love you now, then and will always be!

Tuesday, 2 February 2010

Permanent Residence For Slovenia


2 Februari 2010. Sebel ... geram dan marah ... gambaran perasaan yang kurasakan saat suami mengabarkan kalo untuk mendapat Permanent Residence Slovenia aku harus melampirkan original surat catatan kriminal dari kepolisian di Indonesia. What?!?!?! kalo tau begini, mending mudiknya tahun ini daripada tahun kemaren. Padahal aku pengin bisa ngurus PR sekarang dengan harapan bisa nerusin kursus bahasa Slovenia yang udah berjalan sekarang. Kalo seperti ini ... harapan tinggal harapan ... mau tidak mau aku tidak bisa melanjutkan kursus kalo jatah 60 jam ku habis. Arrrrrrggggghhhh!!! SEBEL!!! Kenapa juga mereka mesti minta No Criminal Record dari Indonesia ... lha wong aku selama 2 tahun ini tinggalnya bukan di Indonesia tapi di Slovenia. Aneh banget kan? Logikanya gak masuk sama sekali. Mestinya cukuplah dari kepolisian setempat ... atau kalo memang dibutuhkan aku bisa minta dari Kedutaan Indonesia di Wina. Tapi tidak, mereka minta original langsung dari Indonesia. Padahal kalo dipikir-pikir apa gunanya nih surat?!?! Belum tentu kalo kita tidak ada catatan kriminal di Indonesia, artinya tak pernah melakukan aktifitas yang melanggar hukum di negara lain. Bisa aja seseorang terlibat organisasi terlarang, misal di Afganistan, tapi dia tak pernah melakukan suatu tindak kriminal di Indonesia. Trus apa jaminan seseorang bersih dari hukum kalo seperti itu? Trus gimana kalo gini? Mikir apa bisa pengurusannya diwakilkan ... kalo mudik ongkosnya gak murah ... Kata suami kayaknya kita mulai mikir buat nabung dan lebih ngetatin ikat pinggang biar bisa liburan lagi ke Indo sekaligus ngurus tuh surat. Yah ... padahal ini aja ikat pinggang udah amat diketatin ... apalagi winter tahun ini dinginnya keterlaluan dan sepertinya kita bakalan butuh beli minyak lagi buat heating. Duh! ini lah susahnya tinggal di rumah tua yang isolasinya gak bagus seperti rumah-rumah yang baru. Mudah-mudahan aja bisa diwakilkan so kita gak perlu ke Indonesia buat mengurus nih surat.

Wednesday, 13 January 2010

Program Integrasi Slovenia

12 Januari 2010. Sudah seminggu sejak minggu lalu, tepatnya sejak 4 Januari 2010 aku mengikuti kursus bahasa Slovenia secara gratis yang disediakan oleh pemerintah Slovenia. Program ini ditujukan untuk semua warga asing di Slovenia yang setidaknya sudah tinggal disini selama 2 tahun, memiliki ijin tinggal baik permanen maupun sementara, dan belum pernah menerima program integrasi serupa sebelumnya. Bagi pemegang ijin tinggal sementara, berhak mendapat 60 jam, sedangkan pemegang ijin tinggal permanen, mendapatkan sampe 180 jam. Karena aku hanya memiliki ijin tinggal sementara, jadi hanya mendapat 60 jam kursus Bahasa Slovenia gratis dan 30 jam untuk mempelajari konstitusi dan budaya Slovenia. Pas tanya ke petugas di uprava enota, sebutan kantor administrasi di Slovenia, mereka menjelaskan aku sudah berhak untuk bisa mendapat PR karena dah tinggal disini selama 2 tahun berturut-turut. Sementara baru bisa dapat 60 jam, dan bisa diperpanjang kalo PR dah diurus. Dengan berbekal surat pengantar dari kantor administrasi, aku mendaftar di Ljudzka Univerza, Velenje. Pas aku datang kesana, waktu itu sekitar pukul 15:30 sore, si ibu petugas mengatakan kalo hari ini mereka yang sudah mendaftar masuk jam 16:00 untuk mengikuti tes mengetahui kemampuan bahasa Slovenianya. Karena tidak tau, akhirnya diputuskan aku bisa ambil tesnya sendirian karena inti dari tes cuma untuk mengetahui kita ada di level mana.

Karena tidak ada panggilan untuk tes, akhirnya aku langsung mengikuti kursus pada tanggal 4 Januari. Ada sekitar 7 orang termasuk aku. Mereka berasal dari Serbia, Bosnia dan Kroasia dan dari apa yang aku tangkap, hampir semua sepertinya sudah bisa berbicara dengan bahasa Slovenia ... atau mereka berkomunikasi dengan bahasa Serbo-Kroasia yang terdengar sama dengan bahasa Slovenia ... aku sendiri tak tahu, hehehe ... yang pasti mereka sudah tinggal lama disini. Hanya aku yang masih plegak pleguk disini :-) Beruntung aku masih bisa mengikuti pelajaran yang diajarkan, meskipun seringkali tidak mengerti penjelasan dari gurunya karena dia berbicara dengan sangat cepat dan tidak begitu paham bahasa Inggris. Hari itu diputuskan pula kursus akan dilakukan 3X seminggu, 4,5 jam/pertemuan. Beberapa orang baru datang pada pertemuan berikutnya ... seorang wanita Cina, pemilik restoran Cina di Velenje yang sudah tinggal disini 11 tahun, 2 orang bapak-bapak dari Bosnia. Hampir semua yang mengikuti program integrasi ini pemegang PR dan sudah tinggal di Slovenia lebih dari 5 tahun. Bahkan ada seorang wanita dari Bosnia yang sudah tinggal selama 19 tahun. Mereka sudah tahu bagaimana berkomunikasi dengan bahasa Slovenia. Tujuan mengikuti program ini bukan untuk berintegrasi seperti halnya aku, tapi lebih untuk mengasah kemampuan grammarnya agar bisa lulus ujian basic level Bahasa Slovenia dan mendapat citizenship. Karena itu cara pengajarannya semua dalam bahasa Slovenia. Bagi orang yang bener-bener baru, sulit sekali mengikutinya. Seperti halnya yang terjadi ketika ada lagi 1 cewek dari Cina yang baru mengikuti kursus - dia bingung dan tidak bisa mengikuti apa yang dijelaskan oleh sang pengajar. Alhasil, dia hanya datang 2X, setelah itu tak pernah lagi masuk. Semestinya memang dipisahkan antara basic, medium dan advance. Namun karena kurangnya kandidat, semua dijadikan satu. Bagi beberapa orang yang sudah mahir, proses pembelajaran yang dari awal dirasa sangat membosankan. Karenanya si guru menengahi dengan cara memberikan tugas ekstra bagi mereka seperti membuat tulisan yang kemudian dikoreksi bagaimana benar dan salahnya. Lucunya ada seorang wanita yang mengikuti kursus dengan suaminya, mereka berasal dari Serbia, entah apa yang terjadi, suatu hari ketika kursus, dia datang sudah dengan bad mood. Pas kursus, uring-uringan dan sama sekali tidak mau menjawab atau mengerjakan tugas yang diberikan, ketika ditanya ada apa, dari sekilas yang bisa aku tangkap dia bilang capek dan belajar bahasa Slovenia sangat susah. Akhirnya dia meminta pulang terlebih dulu.

Pelaksanaan program Integrasi ini tampak masih belum terkoordinasi dengan baik, setidaknya di tempatku belajar. Karena kurangnya kandidat, semua yang daftar dijadikan dalam satu group ... baik yang bener-bener baru, medium, ataupun yang sudah pinter. Alhasil, sang pengajar memberi penjelasan semua dalam bahasa Slovenia dan tak bisa berbahasa Inggris dengan baik. Sedangkan dengan yang lain, dia bisa menjelaskan menggunakan bahasa Serbo-Kroasia. Kalo aku tak mengerti harus mencari sendiri apa artinya dengan berbekal kamus atau ntar di rumah bertanya ke suami. Dari salah satu temen yang tinggal di kota lain, program kursus yang dia ikuti di Novo Mesto juga gak terkoordinasi dengan baik. Sayangnya aku cuma mendapat 60 jam, dan nantinya bila sudah mendapatkan PR dan bisa diperpanjang kursusnya, kemungkinan harus menunggu group yang baru, karena untuk yang sekarang akan selesai akhir Maret :-(

Monday, 21 September 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

20 September 2009. Tak terasa sebulan sudah aku menjalani puasa ramadhan. Ini puasa tahun ketigaku di Slovenia. Seringkali mendapat pertanyaan dari temen-temen di Indonesia gimana pengalaman puasa di negeri orang. Yang pasti sepi ... karena memang Islam bukan agama moyaritas disini ... tak ada keramaian bedug yang membangunkan sahur, tak ada peringatan dari masjid yang menandai datangnya imsak, tak ada suara adzan yang menandai berakhirnya puasa. Semua aku andalkan dari jadwal yang kuprint dari internet. Sedih memang ... disaat orang-orang menikmati sahur bersama keluarga ... aku melakukannya sendirian. Belum lagi tahun ini puasa lebih panjang dibanding 2 tahun sebelumnya yakni sekitar 16 jam karena kebetulan puasa jatuh pas musim panas. Imsak sekitar pukul 4 pagi dan maghrib jam 8 kurang dikit. Waktu imsak dan maghribnya pun tidak fixed. Setidaknya tiap hari berubah 1-2 menit. Entah bagaimana ntar kalo puasa jatuh pada bulan Juni-Juli dimana siangnya sangat lama dan matahari baru terbenam hanpir jam 10 malam. Mudah-mudahan dikasih rejeki banyak biar bisa puasa di Indo aja deh :-) Alhamdulillah tahun ini puasaku lancar, meskipun masih ada bolongnya karena tamu rutin. Enaknya kalo puasa di negeri 4 musim, mengganti puasa yang bolong bisa dilakukan pas winter, yang mana siangnya pendek ... curang yak?hehehehe ...

Suasana lebaranpun gak jauh berbeda ... jauh dari hiruk pikuk seperti di tanah air. Tak ada kesibukan nyiapin kue-kue kering yang dulu biasa aku siapin ama ibu di sby, tak perlu ikut berdesak-desakan di mall buat nyari baju baru atau kebutuhan buat lebaran, tak ada antrian nyari tiket buat mudik, tapi yang paling bikin sedih tak ada kemeriahan bedug dan takbir. Meskipun disini lumayan banyak komunitas Bosnia, Albania ataupun Turki yang beragama Islam, sayangnya aku tak ada yang kenal. Selain itu juga tak ada masjid atau mushola yang bisa untuk dijadikan tempat berkumpul. Ketika Idul Fitri atau Idul Adha, mereka biasanya sholat di sebuah rumah milik salah satu dari mereka. Sedangkan di ibukota lebih mendingan, mereka bisa sholat di stadion. Namun tidak seperti di Indonesia, hanya kaum adam yang sholat, sedangkan kaum hawa tinggal di rumah untuk menyiapkan makanan. Hal ini dikarenakan muslim yang berkembang disini lebih dipengaruhi oleh kultur bangsa Turki.

Sedih juga hari lebaran tidak aku lewatkan bersama keluarga di Surabaya. Kangen sekali dengan suasana sholat Ied bareng ortu dan adek, suasana 'unjung-unjung' (saling berkunjung ke rumah sodara & tetangga) dan ngicipi sajian lebaran di tiap rumah yang kami kunjungi :-) Ya Allah mudah-mudahan kau berikan kami rejeki yang banyak agar bisa berlebaran bersama keluargaku di tanah air suatu hari nanti. Amin.

Di hari yang fitri ini kami berdua mengucapkan 'SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT dan kita menjadi manusia yang selalu mendapat ridho dan rahmat dari-NYA.'

Tuesday, 21 July 2009

Email iseng yang mengubah hidupku ...

Internet sudah bukan barang mewah sekarang. Bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan bagi para netter, bahkan sebagian orang sudah menganggap internet menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian mereka. Dengan semakin banyaknya gadget yang berteknologi canggih membuat dunia semakin kecil. Teringat pertama kali mengenal makhluk bernama internet ketika aku berada di bangku perkuliahan, tepatnya akhir tahun 1998. Sayangnya udah lupa kapan tepatnya :-) Seingatku internet baru mulai dikenal dan belum booming seperti sekarang. Akses ke internetpun masih jarang dan kalo mo ngenet mesti cari warnet dan kalaupun ada harga perjam nya masih mahal, sekitar Rp. 4000 - 5000/jam. Itupun terkadang aksesnya lelet banget :-) Saat itu aku masih gaptek, kalo soal komputer taunya ya cuma buat ngetik. Sampai suatu hari, adik kelasku di kuliah, namanya Atik mengajak aku dan satu temenku untuk maen ke tempat kerjanya. Nah kebetulan dia kerja di warnet, di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya.

Aku yang sebelumnya tidak tertarik belajar tentang internet, akhirnya berhasil diyakinkan, dan menjadi penasaran. Dia katakan dengan tahu internet kita bisa saling berkirim email, chatting, mendapat banyak teman, dan juga mendapat informasi dan pengetahuan. Sangat antusias kami menyambutnya. Rasanya tak sabar berkenalan dengan benda bernama internet. Aku sangat ingin tahu bagaimana bentuk dan rupa internet itu. Akhirnya hari H yang ditunggu-tunggu datang juga. Selesai perkuliahan, kita langsung meluncur ke TKP :-) Si Atik sudah menunggu. Kita dikenalkan dengan situs-situs yang biasa diakses oleh para netter, seperti yahoo.com, astaga.com, bolehmail.com, trus bagaimana membuat email, dan tentunya yang bikin kita penasaran ... bagaimana join ke chat room :-). Kita berdua belajar membuat email dan bagaimana menggunakannya. Ternyata sangat simple dan tentunya fun! Setelah email kita dah bikin dengan sukses, kepikiran nih buat ngetes. Tapi karena belom punya online friend, akhirnya kita putuskan tuk browsing ... mampirlah di excite.com ... dan disitu ketemu kolom yang mencantumkan alamat email beberapa netter. Sepertinya tuh kolom adalah melting pot dimana para netter mencari teman. Iseng aku kirimkan 2 email ke 2 alamat yang berbeda buat ngetes email yang barusan aku bikin ... kira-kira bener nyampe gak nih email, hehehe ... Aku lupa apa yang aku tulis ... seingatku sih cuma kata-kata'Hi ... how are you? I'm Tatie from Indonesia and want to meet some new people'. Trus kita juga nyoba join MiRC buat bisa chatting dan kenalan dengan netter yang lain. So fun ... dan juga lucu. Kenalan dengan netter yang cool, lucu sampai yang reseh, yang cuma pengen aneh-aneh ... if you know what I meant :-P

Beberapa hari kemudian, aku cek email, ternyata 2 email iseng yang aku kirimkan dibalas. Aha ... terbukti sudah kalo emailku bisa dipake !:-D Anyway, hanya 1 email yang menarik perhatianku ... email seorang cowok dari negeri jauh ... dan kebetulan sekali kita kuliah di jurusan yang sama. Gara-gara dia aku jadi rutin setiap minggu ke internet, meskipun harus rela bersusah payah mencari warnet yang murah dan gak bikin bocor kantong anak kuliahan ... karena memang di rumah tidak ada akses internet, ataupun di deket rumah. Seneng banget bisa punya temen dari negara lain dan bisa berbagi cerita dan juga saling bertukar informasi masalah kuliah. Kita bisa panjang lebar menceritakan kehidupan dan pengalaman pribadi di email ... terkadang emailnya sangat panjang dan seperti membaca buku cerita :-) Dan siapa sangka dari email iseng, hubungan kami berkembang menjadi persahabatan yang indah. Si dia akhirnya datang ketemu face to face tahun 2001. Dan aku bisa pergi keluar negeri pertama kalinya tahun 2003 karena diundang untuk berkenalan dengan keluarganya. Akhirnya LDR (long distance relationship) selama 3 tahun lebih berakhir bahagia di pelaminan pada tahun 2006. Tak pernah terbayangkan sebelumnya jodohku bakalan orang dari negeri jauh dan kami dipertemukan melalui cara yang tidak biasa. But that's life ... rejeki, jodoh dan mati sudah ada yang mengatur. Internet memang benda ajaib yang pernah diciptakan manusia. Dia telah mengubah dunia menjadi sangat kecil, tanpa batas ruang dan waktu.

Ini foto dari pernikahan kami 28 Juli 2006. Yah, 2 hari lagi kami akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-3. Semoga langgeng dan bahagia selamanya ... Amien.